Cerita/Sejarah Ringkas Perang Badar, Uhud, dan Khandaq

CARATOTAL.COM - Berikut ini merupakan kisah bukti perjuangan Rasulullah Muhammad SAW bersama dengan para sahabat dalam menegakkan agama Islam. Begitu banyaknya umat Islam yang gugur di medan perang hanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan agama Allah. Berikut ini beberapa kisah perang besar dan sebab terjadinya perang yang telah dilewati Rasulullah SAW :

1. Perang Badar

Perang badar terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 H, di dekat perigi bernama Badar, antara Madinah dan Makkah karena itu peperangan ini dikenal dengan nama perang Badar

Ketika para Khalifah perdagangan kafir Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb melintasi negeri Madinah, Rasulullah menyuruh mencegatnya dipertengahan jalan, karena harta yang dibawah oleh mereka sebagian besar adalah merupakan harta rampasan dari kaum muslimin ketika mereka hendak berhijrah ke Madinah.

Kemudian Segera disusun pasukan Islam sebanyak 313 yang terdiri dari 210 orang muslim Anshar dan sisahnya dari muslim muhajirin. Bendera pasukan islam dipegang oleh Mus’ab bin Umair.

Mendengar Rasulullah telah menyiagakan pasukan, Abi Sofyan segera kembali ke Mekkah menyampaikan kepada tokoh kafir Quraisy. Maka Abu Jahal membentuk pasukan berkekuatan 1000 orang yang melindungi kafilah perdagangan mereka dari serangan pasukan islam.

Rasulullah membentuk regu pengintai untuk menyelidiki kafilah perdagangan. Pasukan kafir Quraisy telah mengawal rombongan kafilah menuju ke desa badar. Hal ini segera dilaporkan kepada Rasulullah. Untuk menghadapi kafir Quraisy, Rasulullah bermusyawarah kepada sahabat Muhajirin dan Anshar, dan disepakati untuk segera menuju desa Badar untuk menyongsong kedatangan pasukan kafir Quraisy.

Pasukan Islam mendirikan kemah di dekat sumber mata air di desa Badar, sehingga dengan mudah menghadang pasukan kafir Quraisy, dan mencegah mereka untuk mengambil pembekalan air untuk pasukannya.

Sebelum perang antara dua pasukan berkecamuk, terjadi perang tanding, majulah dari pasukan kafir Quraisy Al Awad Bin Abdul Asad, dapat dikalahkan oleh pasukan Islam.

Lalu muncul Atabah bin Rabi’ah, Syaibah bin Wahid dari pasukan kafir Quraisy dan dapat dikalahkan oleh Ali bin Abu Thalib, Hamzah bin Abdul Muthalib dan Ubaid bin Al Harist. Pasukan Quraisy selanjutnya menyerbu medan perang, tetapi dapat dikalahkan oleh para pasukan Islam.

Setelah peperangan berakhir, banyak korban yang jatuh dari kedua belah pihak, tujuh puluh orang kafir Quraisy terbunuh diantaranya Umayah bin Halaf, Abu Jahal, dan tujuh orang lainnya tertawan. Sedangkan dari pasukan Islam meninggal sebagai shuhada.

Peperangan Badar ini mempercepat pertumbuhan dan perkembangan Islam. Hal ini dapat disimpulkan :

a. Menambah harum nama umat Islam dimata bangsa Arab, sehingga banyak di antara bangsa Arab yang secara sukarela memeluk agama Islam.

b. Umat Islam merasa yakin dan percaya akan kebenaran agama Islam dan Janji – janji Allah. Sebab itu mereka selalu siap menghadapi serangan musuh, demi mempertahankan dan membela kebenaran Islam.

c. Kekalahan pasukan kafir Quraisy yang jumlahnya besar itu menyebabkan mereka kuatir dan gentar apabila berhadapan dengan pasukan Islam, meskipun pasukan Islam sedikit jumlahnya dengan peralatan yang serba kurang.
Sumber: Pixabay

2. Perang Uhud

Perang Uhud terjadi pada pertengahan Sya’ban tahun 3 H bertepatan dengan bulan Januari 625 M. Peperangan ini terjadi di kaki Gunung Uhud yang berada di sebelah utara kota Madinah.

Kekalahan pasukan Quraisy dalam perang sebelumnya yaitu perang Badar menimbulkan dendam terhadap kaum muslimin. Oleh karena itu, mereka bertekad untuk mengadakan pembalasan. Agar kekalahan dalam perang Badar tidak terulang lagi. Kafir Quraisy mempersiapkan perbekalan yang besar.

Abu Sofyan mengumpulkan 3000 pasukan terpilih yang terdiri dari orang - orang Quraisy, Arab Kinanah, Tihamah, Bani Al Harist, Bani Al Haun dan Bani Al Musthalib. Setelah Rasulullah mendengar bala tentara kafir Quraisyi telah berangkat dari Mekkah menuju Madinah, bermusyawarahlah beliau dengan para sahabat membicarakan tindakan apa yang harus diambil.

Ada yang mengusulkan pada Nabi agar kaum muslimin keluar untuk menghadapi musuh diluar kota. Ada pula pendapat beberapa sahabat yang mengusulkan agar kaum muslimin tidak keluar dari kota Madinah, tetapi bertahan saja dalam kota, dan mengadakan perlawanan dan pembelaan dari rumah – rumah dan lorong – lorong kota.

Akhirnya disepakati untuk menghadapi musuh diluar kota 1000 pasukan Islam berangkat untuk menghadapi yang menyerang. Baru saja berangkat, seorang munafik yang bernamaAbdullah ibnu Ubai beserta 300 pengikutnya keluar dari pasukan Islam.

Nabi beserta dengan pasukan muslim sampai ke Bukit Uhud, lalu beliau mengatur strateginya. Lima puluh orang pasukan pemanah dibawah pimpinan yang bernama Abdullah ibnu Jabir ditempatkan di atas bukit untuk menutup jalan pasukan berkuda kafir Quraisy. Rasulullah berpesan kepada mereka untuk tidak meninggalkan tempat hingga perang selesai. Pasukan Islam yang lain, ditempatkan dibawah bukit.

Pertempuran dimulai dengan perang tanding lebih dahulu. Dari pihak kafir keluarlah Talhah ibnu Abi Tahah, dari muslimin keluarlah Ali melawannya, Talhah tewas. Lalu tampil Usman, dari muslimin tampilkan Hamzah. Usman tewas. Tampil lagi As’ad saudara Talhah dan Usman, lalu ditewaskan oleh Ali. Kemudian majulah saudaranya yang keempat, yaitu Musami, dan dia juga tewas.

Terjadilah perang yang sebenarnya. Pasukan Muslim mampu membuat sebagian pasukan kafir Quraisy kucar-kacir. Setelah melihat tanda-tanda kemenangan, pasukan muslim selanjutnya mulai mengumpulkan harta rampasan dari tentara Quraisy yang tewas dan melarikan diri dari medan perang.

3. Perang Khandaq / Ahzab

Perang khandaq terjadi disekitar kota Madinah bagian utara pada bulan Syawal tahun 5 H, .

 Bani Nadhir yang memiliki rasa dendam terhadap Rasulullah yang mengeluarkan mereka dari bagian Madinah diluapkan dengan menghasut tokoh kafir Quraisy agar bersekutu untuk mengalahkan kaum muslimin.

Abu Sofyan menyiapkan pasukan perang berkekuatan 10.000 orang, yaitu terdiri dari kaum kafir Quraisy dan beberapa kabilah yang bersekutu dengan Quraisy. Karena terdiri dari beberapa kabilah, maka dikatakan “Ahzab” yang artinya golongan-golongan. Oleh karena itu, dinamakan perang Ahzab.

Melihat pasukan kafir Quraisy sudah siap siaga, Rasulullah langsung bermusyawarah. Salman Al Farizi mengusulkan agar membuat khandaq (Parit) di sekitar kota Madinah sehingga musuh akan merasa sulit memasuki kota Madinah dan memudahkan bagi pasukan Islam untuk menghadang Mereka.

Rasulullah menyetujui usul tersenut, sehingga peperangan ini terkenal dengan nama perang parit (Khandaq). Penggalian Parit tersebut dipimpin langsung oleh Rasulullah. Beliau turut bekerja membawa dan menggali batu sehingga memberikan semangat para sahabat untuk bekerja.

Terbujurlah parit dari arah barat ketimur di kawasan utara kota Madinah, sedangkan arah lain terdapat perumahan penduduk dan perkebunan kurma, sehingga kota Madinah telah dibentengi. Kemudian pasukan Islam telah disiagakan di kawasan timur kota Madinah.  Saad bin Ubadah membawa bendera Anshar dan Zaid bin Harits membawa bendera Muhajirin.

Ketika Pasukan Kafir Quraisy akan masuk ke kota Madinah mereka terkejut dengan taktik perang pasukan Islam. Kota Madinah telah dikelilingi oleh parit sehingga menghalangi mereka memasuki kota Madinah, sehingga mereka mendirikan kemah pasukan di pinggir parit.

Beberapa tokoh dari kafir Quraisy mencoba untuk menerobos parit untuk menghadapi pasukan Islam, seperti yang dilakukan oleh Ikhrimah bin Abbu dan beberapa kawannya. Ali bin Abu Thalib menghadapi mereka sehingga Ikhrimah tewas di tangan Ali Bin Ali Thalib, sedang lainnya menyelamatkan diri, lalu terjadilah peperangan dua pasukan dengan saling melempar tombak dan panah.

Kesempatan yang genting dipergunakan oleh kaum yahudi Bani Quraisy untuk mendengarkan perjanjian. Mereka enggan membantu pasukan Islam bahkan bersekutu dengan kafir Quraisy untuk menghancurkan pasukan Islam.

Seorang tokoh yang disegani oleh golongan Yahudi maupun kafir Quraisy , bernama Nuaim bin Mas’ud, memeluk agama Islam secara sembunyi-sembunyi, sehingga mereka tidak mengetahuinya. Beliau meminta kepada Rasulullah untuk melaksanakan taktiknya guna memecah belah kekuatan musuh.

Setelah menghadap ketua Bani Quraizah, Nuaim segera menghadap tokoh-tokoh suku Ghatfah dan kafir Quraisy dan  memberitahukan pernyataan golongan Yahudi Bani Quraizah. Kemudian Abu Sufyan mengirim utusan untuk melakukan penyerangan serentak terhadap Rasulullah. Bani Quraizah mengajukan usul seperti yang telah disampaikan Nuaim kepada mereka. Mulailah timbul perpecahan pada kekuatan musuh, saling tidak percaya satu dengan lain.

Taktik yang dilakukan oleh Nuaim telah berhasil memecahkan kekuatan musuh. Udara yang sangat dingin serta angin yang berhembus kencang membuat hati mereka semakin takut sehingga mereka segera kembali ke Mekkah untuk menyelamatkan diri.

Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Cerita/Sejarah Ringkas Perang Badar, Uhud, dan Khandaq"

Silahkan berkomentar dengan santun dan sesuai tata krama kebijakan Google