Cara Allah SWT Menurunkan Wahyu Kepada Nabi Muhammad SAW


Caratotal.com_Allah Swt dalam menyampaikan wahyunya kepada Nabi Muhammad was melalui beberapa cara. Cara-cara itu di informasikan Allah swt dalam Alquran, antara lain sebagai berikut:
Artinya:
"Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara padanya, kecuali dengan perantaraan Wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus seorang utusan (Malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizinnya apa yang dia kehendaki. Sungguh, Dia mahatinggi, Mahabijaksana. (Q.S.Asy-Syura:51)"
Ayat diatas menginformasikan tiga macam cara penyampaian wahyu Allah swt kepada Nabi Muhammad saw, yaitu secara langsung, dari balik tabir, dan melalui perantara Malaikat Jibril.

1.      Wahyu Turun Secara Langsung

Wahyu turun secara langsung berarti Allah swt menghunjamkan suatu pengetahuan ke dalam jiwa (hati) nabi Muhammad saw tanpa melalui perantara malaikat (Jibril). Termasuk dalam hal ini adalah mimpi yang benar (ar-ru’yah as-sadiqah). Mimpi seperti itu pernah dialami Nabi Ibrahim a.s. ketika menerimah perintah (wahyu) untuk menyembelih putranya, Ismail a.s. hal itu dijelaskan Allah swt dalam Surah As-Saffat Ayat 102.

2.     Wahyu Turun dari Balik Tabir

Wahyu ada yang turun melalui balik tabir. Maksudnya, Allah swt memperdenganrkan dari balik tabir. Kejadian itu pernah dialami oleh Nabi Musa a.s. ketika beliau menerima wahyu pengangkatannya sebagai nabi. Hal itu dijelaskan Allah swt dalam surah Taha Ayat 11-13.

3.     Wahyu Turun dengan Perantara Malaikat Jibril

Cara penyampain wahyu dengan perantara Malaikat Jibril ini diterangkan dalam Al-Quran Surah Asy-Syu’ara Ayat 192-194 sebagai berikut.
Artinya:
Dan sungguh, AlQuran itu benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam, yang dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan. (Al-Quran Surah Asy-Syu’ara Ayat 192-194)


Cara turunnya wahyu melalui perantara Malaikat Jibril itu ada beberapa macam antara lain sebagai berikut:
  1.       Malaikat Jibril oleh Nabi Muhammad saw dalam bentuk atau rupa yang asli, sebagai mana        diterangkan dalam Al-Quran sebagai berikut
    Artinya:
    "Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya dalam rupanya yang asli pada waktu       yang  lain. Yaitu di Sidratulmuntaha. (Q.S. An-Najm: 13-14)"
  2.       Malaikat Jibril menjelma (atas kekuasaan Allah) seperti manusia biasa berupa seorang  laki- laki. Dia mengucapkan kata-kata kepada Nabi Muhammad saw sehingga beliau mengetahui      dan hafal benar kata-kata itu.
  3.      Malaikat Jibril tidak tampak oleh Nabi Muhammad saw, tetapi beliau dapat berkomunikasi.   Beliau mendengar suara gemuruh, seperti suara lebah atau suara lonceng yang gemerincing  memekakkan telinga. Dalam keadaan seperti itu, Nabi Muhammad saw mendengar, menangkap  dan memahami apa yang diterimanya dari Jibril sebagai wahyu Allah swt.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Allah SWT Menurunkan Wahyu Kepada Nabi Muhammad SAW"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan santun dan sesuai tata krama kebijakan Google