Pengertian Sanad, Matan, Rawi dan Rijalul Hadits

Caratotal.com_Sanad dan Matan merupakan dua unsur pokok yang harus ada pada setiap hadits. Keduanya memiliki kaitan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. suatu berita tentang Nabi Muhammad saw, tanpa ditemukan rangkaian atau susunan sanadnya, tidak dapat disebut hadits. Sebaliknya, suatu susunan sanad meskipun bersambung sampai kepada Nabi Muhammad saw, tanpa ada berita yang dibawahnya juga tidak dapat disebut hadits. Unsur-unsur hadits meliputi sanad, matan, rawi dan rijalul hadits. Berikut ini akan dibahas unsur-unsur tersebut.

A. Sanad

Unsur pertama dalam hadits adalah sanad. Secara lugawiyah (etimologi), sanad berasal dari bahasa Arab. Bentuk jamaknya asnad atau sanadat, yang mempunyai beberapa arti, yaitu

  1. Al-mu'tamad, artinya yang menjadi sandaran atau tempat bersandar.
  2. Sesuatu yang dapat dipegangi atau dipercaya; kaki bukit atau kaki gunung.
  3. Thariq (Jalan).
Secara istilah, sanad didefinisikan sebagai silsilah orang-orang yang menghubungkan kepada matan hadits.
Yang dimaksud silsilah orang-orang ialah rangkaian atau susunan orang-orang yang menyampaikan materi hadits, sejak yang disebut pertama sampai kepada Nabi Muhammad saw. Sebutan sanad hanya berlaku pada serangkaian orang-orang, bukan dilihat dari sudut pribadi secara perorangan atau individu.



B. Matan

Unsur hadits yang kedua adalah matan. Dari segi bahasa, matan mempunyai beberapa arti yaitu:

  1. Punggung jalan (muka jalan), tanah yang keras dan tinggi;
  2. Membelah, mengeluarkan;
  3. Mengikat, seperti mengikat busur dengan tali;
  4. Jauh, sangat jauh.
Menurut istilah, kata matan berarti berita yang berupa perkataan, perbuatan, atau taqrir Nabi Muhammad saw, yang terletak setelah sanad. Menurut istilah ilmu hadits, matan didefinisikan sebagai perkataan yang disebut diakhir sanad, yakni sabda Nabi Muhammad saw yang disebut sesudah disebutkan sanadnya. Sementara menurut ath-Thibi pengertian matan hadits adalah lafal-lafal hadits yang didalamnya mengandung makna-makna tertentu.

Dari beberapa penegrtian di atas, dapat disimpulkan bahwa matan adalah sabda Nabi Muhammad saw, Isi/kandungan hadits, atau lafal hadits itu sendiri yang terletak setelah sanad dan sebelum rawi atau madawwin. 

C. Rawi

Pembahasan mengenai rawi akan diarahkan pada tiga masalah, yaitu pengertian rawi, syarat-syarat rawi dan beberaoa istilah kunci yang bertalian dengan periwayatan hadits.

1. Pengertian Rawi 

Rawi berarti orang yang meriwayatkan hadits. Ada pula yang menartikan bahwa rawi adalah orang yang memindahkan hadits dari seorang guru kepada yang lain atau membukukannya ke dalam suatu kitab hadits.

Istilah rawi yang pertama sama dengan sanad, yaitu orang yang menerima hadits dan menyampaikannya kepada orang lain tanpa membukukannya. Pada pengertian yang kedua, rawi lebih tepat disebut mudawwin (orang yang mengumpulkan dan membukukan hadits). 

Dalam ilmu hadits, riwayat adalah memindahkan atau menyampaikan suatu hadits dari seorang sahabat Nabi Muhammad saw, kepada orang yang berikutnya. Riwayat juga berarti membukukan hadits dalam satu kumpulan hadits dengan menyebutkan sanad-nya. Rawi pertama suatu hadits adalah sahabat Nabi Muhammad saw, sedangkan rawi terakhir adalah orang yang menulis atau mengumpulkannya, seperti Bukhari, Muslin dan Abu Dawud.

2. Syarat-Syarat Rawi

Kualitas suatu hadits, sanat ditentukan kualitas perawinya. Dalam sistem periwayatan hadits, seorang rawi harus memenuhi syarat-syarat yang penilaiannya cukup ketat dan selektif.

a. Adil
b. Dabit

Diantara para sahabat Nabi Muhammad saw, yang banyak meriwayatkan hadits adalah sebagai berikut.
  1. Abu Hurairah meriwayatkan sebanyak 5.374 hadits
  2. Abdullah ibn Umar meriwayatkan sebanyak 2.630 hadits
  3. Anas ibn Malik meriwayatkan sebanyak 2.286 hadits
  4. Aisyah Ummul Mukminin meriwayatkan sebanyak 2.210 hadits
  5. Abdullah ibn Abbas meriwayatkan sebanyak 1.660 hadits
  6. Jabir ibn Abdullah meriwayatkan sebanyak 1.540 hadits
  7. Abu Sa'id al-Khudri meriwayatkan sebanyak 1.170 hadits.

D. Rijalul Hadits

Setelah memahami sanad, matan, dan rawi, pembahasan selanjutnya adalah mengenai rijalul hadits, atau para perawi hadits. Rijalul hadits ialah tokoh-tokoh terkemuka dalam bidang hadits yang diakui keabsahannya dalam periwayatan hadits.

Untuk mengetahui seorang termasuk sebagai rijatul hadits telah dibahas dalam ilmu rijatul hadits, yaitu ilmu yang membahas para perawi hadits, baik dari kalangan sahabat tabiin, maupun orang-orang generasi sesudah mereka.

Dalam studi tentang rijalul hadits ini dijelaskan hal-hal yang berkaitan dengan sejarah hidup setiap perawi, antara lain:
  • Nama perawi, keadaan dan biografinya, laqab, atau titel dalam bidang hadits, seperti dabit dan adil.
  • Mazhab yang dianut serta sifat para perawi;
  • Guru-guru yang memberi atau menyampaikan hadits kepadanya;
  • Murid-murid yang menerima hadits darinya;
  • Kedudukannya dalam ilmu hadits serta hasil karyanya dalam bidang hadits.






Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Pengertian Sanad, Matan, Rawi dan Rijalul Hadits"

Silahkan berkomentar dengan santun dan sesuai tata krama kebijakan Google