Apakah Waliullah Dan Orang-Orang Keramat Itu Benar-Benar Ada? Ini Jawabannya

Caratotal.com - Wali-Wali dan Orang-Oang keramat seringkali menjadi perbincangan dikalangan masyarakat, sebagian dari  mereka menganggap bahwa Waliullah dan Orang keramat itu tidak ada di dunia nyata dan sebagian lagi meyakini bahwa hal itu benar-benar ada. Maka dari itu saya akan membahas tentang Waliullah dan Orang-Orang keramat.

Tentang Waliullah

Acapkali orang bertanya apakah memang Wali itu ada? Jawabannya memang ada. Al-Ghazali dengan tandas menyatakan dalam Ahya Ulumuddin, bahwa siapa yang membatah adanya manusia tingkat "Wali" maka ia juga membantah adanya manusia tingkat "Nabi". Bahwa sekalipun Nabi-Nabi dan Wali-Wali itu adalah manusia seperti kita juga, tetapi Qalbu mereka itu sangat luar biasa bersihnya dan sucinya sehingga dapat lekas menerima dan merasa segala sesuatu yang bersifat suci. Qalbu mereka itu bagaikan cermin yang sangat jernih dan bersih, bersih dari segala sifat-sifat yang tercela, sehingga dengan gampang menangkap atau menerima pancaran Nur cahaya apa-apa yang tertulis dalam Lauhin Mahfuzd (suratan nasib). Sebagaimana kita telah terangkan apa yang dikatakan oleh Al-Khadimi: bahwa "Tarekat" itu sebenarnya sudah termasuk ke dalam ilmu mukasyafah, yang memancarkan Nur cahaya ke dalam hati murid-murid, sehingga dengan nur itu terbukalah baginya segala sesuatu yang ghaib daripada ucapan-ucapan Nabinya dan Rahasia-Rahasia Tuhannya. Ilmu mukasyafah itu tidak dapat dipelajari, tetapi diperoleh dengan riadhah dan mujahadah yang merupakan pendahuluan bagi petunjuk hidayah Tuhan, sesuai dengan Firmannya:

"Bahwa mereka yang berjuang atau berjihad untuk Allah, akan ditunjuki oleh Allah akan jalannya".

Orang yang telah sampai kepada tingkat yang tinggi itu, yang telah lulus daripada ujian Mujahadah dan telah mendapat kasyaf (kenyataan) maka orang itu sampailah ke dalam pangkat Wali. Dengan mempunyai kebesaran dan ketinggian martabat jiwa menghampiri Nabi. Dapatlah dia melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang besar karena jiwanya yang besar dengan izin Allah.


Demikian maka Nabi-Nabi atau Rasul-Rasul diberikan oleh Allah akan Mu'jizat. Musa dapat membelah laut, Isa dapat menghidupkan orang mati. Muhammad dapat mengalirkan air dari dalam jari-jarinya untuk memberi minum beribu-ribu orang yang kehausan. Adapun Waliullah diberi pula oleh Allah akan "Keramat" artinya tingkat kemuliaan istimewa.

Tentang Keramat 

Prof. Dr. Hamka dalam Bukunya Tasawwuf dari abad ke abad menerangkan: bahwa orang-orang yang dianugerahi oleh Allah akan keistimewaan itu bukanlah terdiri dari luar manusia biasa. Semua orang dapat mencapai derajat Wali, asal diisi syaratnya. Inilah agaknya penyempurnaa daripada Ayat Al-Quran: "Inna Akramakum Indallahi Atqaqum". (Yang termulia diantara kami di sisi Allah ialah yang paling taqwa).

Hamka memberikan penafsiran kalimat "akrama" (paling mulia) dimana diambil kata "keramat". Oleh sebab itu maka orang-orang yang saleh, tidaklah perlu mempelajari sihir atau Ilmu-Ilmu ghaib pemagar diri dan tidak perlu mempercayai tukang-tukang tenun dan tukang ramal, mengetahui nasib. Dia (keramat) itu telah beroleh yang lebih dari itu, yaitu anugerah Tuhan, karena dia dekat dengan Tuhan. Dengan jalan mensucikan dan membersihkan jiwanya daripada sifat-sifat yang tercela dan mengisinya dengan sifat-sifat terpuji.

Dalam pada itu Al-Ghazali dalam bukunya Kimyaus-saadah menerangkan bahwasanya qalbu itu mempunyai jendela yang terbuka dalam keghaiban dunia rohani. Terbukanya jendela qalbu ke arah yang ghaib itu, kadang-kadang menempatkan dalam keadaan yang hampir pada ilham Kenabian, apabila bisikan-bisikan qalbu itu timbul dalam budi suatu aliran akal. Kebanyakan manusia membersihkan dirinya dari nafsu-nafsu keduniawian dengan memusatkan fikirannya terhadap Tuhan di dalam puncak kesadarannya ia akan menerima ilham semacam itu. Jadi, oleh karena qalbunya jernih bagaikan cermin yang membayangkan dari apa-apa yang tergambar di dalam Lauhin Mahfuzd.

Selanjutnya Al-Ghazali menerangkan bahwa jiwa yang mencapai derajat kekuasaan yang luar biasa (keramat atau mu'jizat) tidak hanya dapat mengatur dirinya sendiri, tetapi juga dapat mengatur soal-soal lainnya. Kalau mereka berkehendak untuk menyembuhkan orang sakit, maka oleh kekuataanya itu disembuhkanlah dan kalau seseorang berbadan sehat, dikehendaki agar ia sakit, maka ia bisa jadi sakit dan lain-lain. Berhubung dengan akibat-akibat kekuatan jiwa yang luar biasa itu baik dalam bentuk yang berupa kebaikan atau kejahatan maka perbuatan itu biasanya disebut sebagai suatu keghaiban atau sihir. Jiwa yang seperti itu berbeda dengan jiwa-jiwa yang ada pada orang-orang biasa di dalam tiga hal:

  1. Apa yang dilihat oleh orang-orang umum dalam mimpi maka mereka dapat dilihat dalam keadaan sadar atau jaga.
  2. Sementara jiwa orang-orang lain hanya ingin mempengaruhi badan mereka sendiri oleh kekuatan kemauan dapat menggerakkan badan-badan yang diluar kepada mereka sendiri. 
  3. Jika ilmu yang didapat oleh orang-orang umum dengan jalan keuletan belajar, maka kepada mereka datangnya melalui Ilham.
Demikianlah para Wali-Wali itu, sangat taqarrub ilallah (dekat kepada Tuhan) dimana mereka tidak lagi dikuasai akal fikiran dalam melakukan kehendaknya, tetapi adalah atas limpahan kurnia dari Allah, sehingga mereka dapat melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang istimewa dengan izin Allah, sesuai maksud sebuah Hadits Qudsy yang mengatakan:

"Senantiasalah hambaku mendekatkan diri kepadaku dengan amalan-amalan yang nawafil (sunnah), sehingga Aku cintailah akan dia, Maka bila Aku telah cinta kepadanya, jadilah aku pendengarannya yang dengan dia mereka mendengar. Jadilah aku matanya yang dengan dia kau melihat. Jadilah aku lidahnya yang dengan dia mereka berkata. Jadilah aku tangannya yang dengan dia mereka memukul. Jadilah aku kakinya yang dengan dia aku berjalan, dengan Aku mereka berkata, dengan Aku mereka memukul, dengan Aku mereka berjalan".

Demikian kekuasaan Allah yang diberikan kepada Wali-Walinya yang menjadikan mereka itu menjadi "KERAMAT".

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Apakah Waliullah Dan Orang-Orang Keramat Itu Benar-Benar Ada? Ini Jawabannya "

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan santun dan sesuai tata krama kebijakan Google