Cara Mengobati Penyakit Cacar Dengan Pengobatan Herbal Tradisional Bugis

Caratotal.com_ Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan sampai sekarang memandang penyakit cacar bukan hanya berbahaya karena bibit atau kuman yang dikandungnya akan menggerogoti bagian permukaan kulit, akan tetapi lebih ngeri karena adanya suatu anggapan bahwa penyakit tersebut tidak lain adalah pertanda kemarahan sang dewata. Demikianlah maka jenis penyakit cacar (Puru) biasa pula disebut sagala atau kasikasiwiang, dengan ciri-ciri sebagai berikut; permukaan kulit si penderita ditumbuhi semacam cacar yang mirip dengan kudisan bahkan kadangkala lebih besar dan menyerupai bisul kecil-kecil, cacar yang menyerupai bisul-bisul kecil mengandung nanah dan apabila cacar tersebut pecah maka disekujur tubuh penderita akan keluar cairan nanah yang disebut uae bata; cacar yang sudah pecah kemudian mengering dan meninggalkan bekas berwarna hitam serta bopeng-bopeng.

Penderita penyakit cacar senantiasa merasa tubuhnya panas dan pada bagian tubuh yang ditumbuhi cacar terasa gatal, seringkali berubah menjadi perih.


Penyebab Penyakit Cacar

Anggota masyarakat di daerah penelitian umumnya beranggapan bahwa penyebab penyakit cacar secara garis besar bersumber dari dua hal pokok. Pertama, cacar disebabkan oleh semacam kutukan, teguran, tanda kemarahan dewata yang pada dasarnya ditujukan kepada segenap penduduk suatu negeri; Kedua, penyakit cacar pun dapat menyerang seseorang disebabkan oleh proses penyularan dari penderita lain. Menurut kebiasaan, apabila seseorang terserang jenis penyakit ini, maka menyakit tersebut akan menjalar dan menyerang setiap anggota keluarga yang ada dalam suatu rumah tangga. Setelah itu barulah menjalar kepada warga masyarakat di sekitarnya.

Pengobat tradisional yang dimintai pertolongan biasanya adalah dukun kampung, terutama mereka dianggap mempunyai pengetahuan dan kemampuan berkomunikasi dengan para dewa.

Cara Mengobati Cacar

Cara penyembuhan dilakukan menurut beberapa kebiasaan, yaitu: pengobatan luar baik dengan cara pengolesan ramuan obat maupun dengan pangasapan; pengobatan dengan menggunakan mantera-mantera; pengobatan dengan cara menghibur si penderita dengan lagu-lagu tradisional yang disebut elong sagala.

Alat/ramuan obat yang digunakan, antara lain:

  1. Apabila cacar yang tumbuh pada permukaan kulit si penderita menjadi bernanah atau pecah-pecah sehingga menimbulkan semacam luka, maka resepnya adalah: kepingan pohon lontar, kulit batang coppeng (jenis buah berwarna hitam, namun rasanya manis menyerupai buah anggur), ditambah dengan bangkungbangkung (sejenis tanaman yang bentuk buahnya menyerupai bentuk parang); serta bawang merah. Ramuan ini dimasukkan dalam air, kemudian dimandikan kepada si penderita cacar sudah mengering.
  2. Resep lainnya terdiri atas ramuan yang terbuat dari bahan-bahan: tebu dilumat di atas mangkuk putih, kemudian dicampurkan ke dalamnya madu dengan perbandingan 3/4 bagian tebu dan 1/4 bagi cani. Sesudah itu, campuran tebu dan madu diperciki dengan bawang merah. Barulah kemudian dioleskan pada sekujur tubuh si penderita. Resep ini digunakan apabila keadaan cacar menjadi renyah.
  3. Bagi penderita yang sudah amat parah resepnya ialah ramuan menurut nomor 2 disertai dengan pembacaan mantera-mantera. Pembacaan mantera-mantera itu sendiri tidak dapat dilakukan secara sembarangan, tetapi harus dengan khusu' dan disertai pula dengan pembakaran dupa. Sesudah itu seseorang orang tua menyanyikan elong segala sementara anggota kerabat yang hadir di sekeliling penderita harus tetap tenang, tidak berisik sambil menyimak bait-bait lagu yang sedang dinyanyikan . Cara pengobatan seperti ini ada kaitannya dengan kepercayaan masyarakat setempat terhadap roh halus dan kekuatan gaib.

Cara Menghindari Penyakit Cacar

Dalam usaha menghindari penyakit cacar, maka anggota masyarakat bugis menempuh cara sebagai berikut:
  1. Anggota masyarakat sebagai suatu kesatuan sosial religius diharapkan untuk selalu menghindarkan sikap ataupun tindakan yang dianggap menyimpang, lebih-lebih merupakan penentangan terhadap dewa-dewa, utamanya dewi sri yang disebut Sangiya Seri. Kejelasan mengenai hal ini akan diungkapkan secara terinci pada bab 4, berkenaan dengan bab analisis dalam naskah laporan ini.
  2. Anak-anak diusahakan agar tidak berkerumun disekitar si penderita, tujuannya supaya tidak terjangkit cacar ataupun melakukan sesuatu yang tidak berkenan bagi dewata.
Sumber: Pengobatan Tradisional Di Daerah Sulawesi Selatan

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Cara Mengobati Penyakit Cacar Dengan Pengobatan Herbal Tradisional Bugis"


  1. IONQQ**COM
    agen terbesar dan terpercaya di indonesia
    segera daftar dan bergabung bersama kami.
    p1n bb:*58ab14f5

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan santun dan sesuai tata krama kebijakan Google