Kunci Mengenal Tuhan

Caratotal.com_Ilmu kerohanian sebagai kunci untuk mengenal Tuhan.

Al-Ghazali berkata dalam bukunya: "Kimyaumussaadah": "Bahwa ilmu kerohanian (Kebatinan) dengan sifat-sifatnya itulah yang merupakan kunci kearah mengenal Tuhan".

Jika kita memperhatikan kehidupan Nabi Muhammad dalam mencapai hakekat Ketuhanan, baik ia sebelum dan sesudah menjadi Rasul, maka dapatlah kita melihat Nabi Muhammad sebagai seorang shufi. Pada suatu hari Nabi Muhammad saw terletak keletihan diatas sepotong tikar daun korma. Tatkala Ibnu Mas'ud seorang sahabat setia kepada beliau mencucurkan air matanya karena seorang yang telah memiliki hampir seluruh jazirah arab dan dimuliakan oleh Allah, demikian penderitaannya dalam kehidupannya. Ibnu Mas'ud mengatakan kepada beliau apakah tidak perlu mencarikan bantal untuk tempat meletakkan kepala Nabi yang mulia itu?


Maka beliau melihat kepada Ibnu Mas'ud seraya berkata: "Tidak ada hajatku untuk itu, aku ini laksana seorang musyafir di tengah-tengah padang pasir yang luas dalam panas terik yang bukan kepalang aku menemui sebuah pohon yang rindang. Oleh karena aku letih, aku rebahkan diriku sesaat untuk istirahat dengan niat kemudian aku berjalan lagi kembali untuk menyampaikan tujuanku menemui tuhanku".

Nabi Muhammad hidup sebagai Shufi sebelum dan sesudah menjadi Nabi, Sebelum beliau menjadi Rasul.

Nabi Muhammad suka menyendiri, berkhalwat atau bersemedi di Gua Hira. Disana ia melatih diri mengasah jiwanya, ia bertekun, berjihad, tafakkur, berfikir, ia memperhatikan keadaan alam dan susunannya, memperhatikan segala-galanya dengan mata hatinya. Dengan demikian pandangan lahir dan batinnya menjadi sangat bersih dan suci.

Demikianlah maka kepribadiannya menjadi sempurna. Sekalipun Muhammad adalah manusia seperti kita juga, tetapi Qalbu yang ada padanya sangat luar biasa bersihnya dan sucinya, sehingga dapat lekas menerima dan merasa apa yang bersifat suci, karena itu maka Muhammad layak menerima "wahyu" dari Tuhan Yang Maha Suci.

Setelah Muhammad menjadi Rasul, sesudah ia sering mengasingkan diri (zuhud) di Gua Hira iapun meneruskan perjuangan beliau (mujahadah), mendekatkan diri kepada Allah (muraqabah) beliau berzikir, bertaubat/istigfar, bershalat tahajjud sampai jauh malam (mukasyafah) bermunajat dengan Tuhan dalam tingkat Musyahadah dan Mukasyafah yang dengan jalan ini beliau dapat mencapai hakekat Ketuhanan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kunci Mengenal Tuhan"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan santun dan sesuai tata krama kebijakan Google