"TASAWUF" Contoh Kehidupan Kerohanian Nabi Muhammad saw

Caratotal.com_Hidup kerohanian dalam Islam adalah dimulai dari peri kehidupan Nabi Besar Muhammad saw dan sahabat-sahabatnya yang utama dan terdapat pula dalam kehidupan para Nabi-Nabi yang terdahulu.

 Sebelum Nabi Muhammad menghadapi pekerjaan besar yang akan menggemparkan dunia itu, lebih dahulu beliau telah melatih dirinya dalam hidup kerohanian. Demikian juga dalam kehidupan Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dan beberapa sahabat-sahabat lainnya.

Ummat Islam seketika permulaan berkembangnya agama Islam itu, Sahabat-sahabat nabi utama yang mencontoh kehidupan Nabi, telah dapat menggabungkan kehidupan lahir (duniawi) dengan hidup kerohanian di dalam hidup sehari-hari. Meskipun mereka menjadi Khalifah yang utama seperti Abu Bakar, Umar, Usman, Ali dimana segala warna kehidupan itu telah mereka pandangi dari hidup kerohanian, Hidup yang ditegakkan atas kemurnian jiwa dan kebersihan hati, memperkuat iman, keyakinan dan kekuatan bathin.

Berkat hidup kerohanian kaum Muslimin di zaman Rasulullah, mereka mencontoh dari Nabi Besar Muhammad saw, mereka berjuang menegakkan suatu Negara untuk ketinggian Agama Allah, sampai jatuh kekuasaan lawan-lawannya ke bawah telapak kakinya,  singgasana Kaisar Roma hancur, runtuh mahligai Kisra dari Persia dan terpeganglah anak kunci Barat dan Timur, kekayaan melimpah-limpah, harta benda bertimbun-timbun, namun semua itu bukanlah tujuannya, hanya barang-barang yang kebetulan bertemu di tengah-tengah jalan dalam menuju tujuan yang paling besar yaitu kepada jalan Allah.

Sebelum Nabi menyatakan dirinya sebagai pesuruh Allah, beliau bertahun-tahun pergi menyisihkan diri, semedi atau berkhalwat berhari-hari, bermalam sendirian di Gua Hira. Dalam halwat beliau duduk tafakkur pada segala af-al Allah, berzikir terus semata-mata mengingat kepada Allah dengan ikhlas dan sempurna, sehingga biasa terputus hubungannya dengan yang lain dari pada Allah. Hidup zuhud/sederhana dianjurkan oleh Nabi Muhammad.


Cara hidup beliau adalah sangat sederhana pakaiannnya, makanannya yang sekerat roti, sebiji tamar seteguk air. Sebaliknya ibadahnya banyak, bershalat jauh malam dan kadang-kadang menangis dalam melakukan shalat, semuanya itu adalah kehidupan ideal yang amat dirindui oleh Ahli-Ahli Tasawwuf. 

Pada suatu hari datanglah Jibril kepada Nabi Muhammad menyampaikan salam Tuhan dan bertanya, "Manakah engkau yang suka ya Muhammad, menjadi seorang Nabi yang kaya raya seperti Nabi Sulaiman atau menjadi Nabi yang miskin seperti Nabi Ayyub?" Kemudian Rasulullah  Nabi Muhammad saw menjawab,"Aku lebih suka kenyang sehari dan lapar sehari. Jika kenyang, aku bersyukur pada Tuhan. Jika lapar, aku bersabar atas cobaan Tuhan".

Kehidupan yang demikianlah beliau anjurkan pula kepada ummatnya. Rasulullah bersabda,"Zuhudlah terhadap dunia, supaya Tuhan mencintaimu. Dan zuhudlah pada yang ada ditangan manusia supaya manusiapun cinta akan engkau". (Diriwayatkan Ibnu Maja, Tabrani dan Baihaqi). Kemudian beliau bersabda:

"Apabila Tuhan menghendaki seseorang hambanya menjadi orang yang baik, maka diberikan faham akan rahasia-rahasia agama, ditimbulkannya rasa zuhud terhadap dunia dan diberinya anugrah dapat memandang yang gaib dan cela dirinya sendiri" (Baihaqi). Bilamana kita perbandingkan dengan kehidupan orang-orang zahid dan Abid, yaitu ahli-ahli tasawwuf yang datang kemudian, dapatlah dengan mudah meneliti persamaan kehidupan mereka dengan kehidupan Nabi Muhammad dalam hidup kerohanian.

Demikian maka Imamul Alghazali berpendapat,"Bahwa aku yakin benar-benar kaum shufiah itulah yang benar-benar telah menempuh jalan yang dicontohkan oleh Nabi dan yang dikehendaki oleh Allah-Taala.

Selanjutnya Al-Ghazali berpendapat,"Bahwa mendekati Tuhan, merasa adanya Tuhan dan Ma'rifat Tuhan, hanya dapat dicapai dengan menempuh satu jalan, yaitu jalan yang ditempuh oleh kaum shufi".

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to ""TASAWUF" Contoh Kehidupan Kerohanian Nabi Muhammad saw"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan santun dan sesuai tata krama kebijakan Google