Hukum Bertasawwuf Bagi Seorang Muslim Adalah Wajib

Caratotal.com - Begitu banyak sekali perdebatan yang muncul dikalangan masyarakat mengenai hukum Tasawwuf. Banyak diantara masyarakat yang berpendapat bahwa Tasawwuf itu bid'ah karena tidak dilakukan ataupun diajarkan oleh Rasulullah saw, dan tidak memiliki dasar hukum dalam Al-Quran dan Hadits. Namun kali ini Caratotal akan membahas tentang hukum Tasawwuf yang disimpulkan dari berbagai sumber.

Tasawwuf adalah serangkaian dari Ilmu Syariat dan Ilmu Syariat wajib diketahui bagi setiap Muslim Mukallaf. Tiap sesuatu/soal berasal dari wajib, maka hubungannya satu dan yang lain wajib pula. Dalam pada ini Tasawwuf, hukumnya wajib diketahui.


Dalam pada ini Imam Malik meringkaskan jalan pikiran ini dengan berpendapat:

"Barang siapa ber-fiqhi (Bertauhid) saja tanpa ber-Tasawwuf niscaya berlaku fasik (tidak bermoral). Dan barang siapa yang ber-Tasawwuf tanpa ber-Fiqhi/be (per-Tauhid niscaya ia jadi golongan Sindik (penyeleweng agama). Dan barang siapa yang melakukan kedua-duanya niscaya ia menjadi golongan Islam yang hakiki/tulen.

Maka itibar yang dapat kita ambil dari keterangan Imam Malik tersebut, bahwa barang siapa orang Islam yang tidak ber-Tasawwuf dalam melakukan aqidah dan syariah, hukumnya ialah fasik.

Setiap larangan untuk meninggalkannya, berarti perintah untuk melakukannya. Pokok pengertian tentang perintah, hukumnya wajib. Dalam pada ini, Imam Ali Addaqaq mengambil kesimpulan:

"Perlu diketahui bahwa sesungguhnya Syariat itu adalah Hakekat.'Bahwa sesungguhnya syariat itu wajib hukumnya, karena ia adalah perintah Allah. Demikian juga Hakekat adalah syariat dan bahwa sesungguhnya terhadap mengenal Allah swt adalah wajib hukumnya karena juga merupakan perintah Allah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hukum Bertasawwuf Bagi Seorang Muslim Adalah Wajib"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan santun dan sesuai tata krama kebijakan Google