3 Kaidah Dasar Al-Quran Dalam Menetapkan Hukum

Caratotal.com - Al-Qur'an diturunkan Allah swt untuk menjadi petunjuk, pedoman hidup, pembimbing manusia ke jalan yang lurus dan benar, serta pembeda yang hak dan batil. Semua itu bertujuan agar manusia mencapai kesejahteraan hidup di dunia dan kebahagiaan di akirat. 

Dalam menetapkan hukum, Al-Quran sangat memerhatikan kondisi, kepentingan, hati nurani, dan jiwa manusia, baik perseorangan maupun masyarakat. Dengan demikian, ajaran dan hukum-hukumnya dapat terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, dalam menetapkan hukum dan ajaran-ajarannya, Al-Quran menggunakan kaidah-kaidah sebagai berikut.

1. Mudah dan tidak mempersulit

Ajaran dan hukum-hukum Islam itu mudah, tidak sulit, dan tidak pula mempersulit, atau memberatkan manusia. Hal itu diterangkan dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah Ayat 286 sebagai berikut.
"Allah tidak akan membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya" (Q.S. Al-Baqarah:286)

2. Menyedikitkan beban

Al-Quran dalam menetapkan peraturan atau hukum sangat sederhana (simple) dan tidak banyak memberi beban kepada manusia. Hal itu ditegaskan dalam Al_Quran Surah Al-Ma'idah Ayat 101 sebagai berikut.

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, (justru) menyusahkan kamu. Jika kamu menanyakan ketika Al-Quran sedang diturunkan, (niscaya) akan diterangkan kepadamu. Allah telah memaafkan (kamu) mengenai hal itu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun. (Q.S.Al-Maidah: 101)

3. Berangsur-angsur

Islam datang untuk membaw umat manusia ke jalan yang benar. Islam mengajarkan untuk menyembah atau beribadah hanya kepada Allah swt. Dengan konsekuensi, penyembahan kepada berhala dan perbuatan-perbuatan maksiat yang biasa dilakukan masyarakat Arab jahiliah (pada waktu itu) harus ditinggalkan.


Dalam upaya mengubah adat kebiasaan orang Arab jahiliah, seperti minuman-minuman keras, berjudi, dan perbuatan maksiat lainnya, Al-Quran tidak memberantasnya secara drastis. Al-Quran melakukannya secara persuasif, bertahap, serta penuh hikmah dan bijaksana. Sebagai contoh, dalam mengharamkan khamar, Al-Quran melakukan pengubahan kebiasaan jelek ini dalam empat tahap.
  • Allah swt mengisyaratkan bahwa minuman yang memabukkan itu juga berasal atau diproses dari buah-buahan. Allah swt berfirman sebagai berikut: "Artinya, Dan dari buah-buahan kurma dan anggur, kamu membuat minuman memabukkan dan rezeki yang baik" (Q.S. An-Nahl:67).
  • Ketika Rasulullah saw ditanya minuman khamar dan judi. Allah swt menurunkan ayat Al-Quran kepada beliau sebagai jawabannya. Ayat itu adalah sebagai berikut. "Artinya, Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi, katakanlah "Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat untuk manusia. Akan tetapi, dosanya lebih besar daripada manfaatnya" (Q.S. Al-Baqarah: 219)
  • Pengharaman khamar mulai berlaku, tetapi dalam batas-batas waktu tertentu, sebagaimana firman Allah swt. "Artinya, Wahai orang-orang yang beriman! janganlah kamu mendekati shalat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan. (Q.S. An-Nisa : 43)
  • Tahap terakhir adalah pengharaman khamar secara tegas tanpa mengenal kompromi, sebagaimana tersebut dalam Surah Al-Maidah ayat 90. "Artinya, Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya berjudi,  berhala, minuman keras, (berkurban untuk)mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. (Q.S. Al-Maidah: 90)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "3 Kaidah Dasar Al-Quran Dalam Menetapkan Hukum"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan santun dan sesuai tata krama kebijakan Google