7 Isi Pokok Kandungan Al-Quran

Caratotal.com - Al-Qur'an adalah kitab suci terakhir yang lengkap dan sempurna. Pokok-pokok atau prinsip-prinsip ajaran dari kitab-kitab terdahulu dijelaskan juga dalam Al-Qur'an. Hal itu sesuai dengan kenyataan bahwa Islam merupakan puncak kesempurnaan agama Allah yang diwahyukan kepada para nabi-Nya. Ajaran-ajarannya yang begitu luas ditunjukan kepada umat manusia dalam segala peri kehidupan. Hukum-hukum yang terkandung di dalamnya lengkap selaras dengan rasio, tuntutan hati nurani manusia kapan dan dimana saja mereka berada, serta menjadi rahmat bagi alam semesta (rahmatan li al-'alamin).
Pokok kandungan Al-Qur'an secara garis besar, meliputi akidah, ibadah dan muamalah, akhlak, hukum, kisah umat terdahulu, serta isyarat pengembangan pengetahuan dan teknologi.

A. Akidah

Kandungan Al-Qur'an yang terpenting adalah akidah, yang biasa disebut ushul ad-din (pokok-pokok agama). Hal itu tidak berarti persoalan-persoalan lain dalam al-Qur'an dianggap tidak penting. Akidah sendiri tidaklah cukup apabila tidak disertai dengan aspek lain. Akidah merupakan fondasi yang kukuh, diatasnya ditegakkan bangunan syariat. Jika akidah dianggap sebagai fondasi, syariat adalah bangunannya. Jika akidah dipandang sebagai batang, syariat adalah cabang dan rantingnya. Dengan demikian, tidak berarti keberadaan syariat tanpa adanya akidah. Atas dasarprinsip itu, dapat dikatakan bahwa syariat tidak akan mampu memantulkan cahayanya tanpa berada dalam naungan akidah.
Akidah adalah keyakinan atau kepercayaan. Akidah Islam merupakan suatu kepercayaan yang diyakini kebenarannya dengan sepenuh hati oleh setiap muslim. Dalam Islam, akidah bukan hanya sebagai konsep dasar yang ideal untuk diyakini dalam hati seorang muslim. Akan tetapi, akidah atau kepercayaan yang diyakini seorang muslim itu harus dimanifestasikan dalam amal perbuatan dan tingkah laku sebagai orang beriman. Ia harus mampu mewujudkan keimanannya dalam amal perbuatan yang baik (amal saleh) dan tingkah laku yang terpuji (al-akhlaq al-karimah) seperti yang diajarkan Allah swt.
Berbicara tentang akidah, tidak dapat dipisahkan dari tauhid (konsep pengesahan Allah). Tauhid adalah salh satu hak Allah swt, dari sejumlah hak-Nya. Tauhid telah diajarkan Allah sejak Nabi Adam a.s. hingga Nabi Muhammad saw. Namun, kenyataannya tidak sedikit manusia yang menyimpang dari ajaran tauhid ini.
POkok-pokok keimanan yang harus diyakini menjadi akidah Islam telah dijelaskan dalam Al-Qur'an, antara lain sebagai berikut.

Artinya:
"Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah yang maha Esa. Allah tempat meminta segala sesutu, (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia" (Q.S. Al-Ikhlas: 1-4)"

Artinya:
"Dan Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain Dia, yang maha pengasih, Maha penyayan. (Q.S. Al-Baqarah: 163)"

B. Ibadah dan Muamalah

Kandungan penting kedua Al-Qur'an adalah ibadah dan muamalah. Menurut Al-Qur'an , tujuan utama dari pencipta jindan manusia di muka bumi adalah agar mereka beribah kepada Allah, sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah swt, sebagai berikut ini.

Artinya: 
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-ku (Q.S. Az-Zariyat: 56)"

Berdasarkan kandungan ayat diatas, setiap manusia harus menyatakan penghambaannya kepada Allah swt. Hanya kepada-Nya manusia beribadah dan memohon pertolongan. Ikrar yang dimaksud adalah sebagaimana dalam tertuang dalam Al-Qur'an Surah Al-Fatihah Ayat 5.

Artinya:
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. (Q.S. Al-Fatihah: 5)"

Ikrar itu selalu diucapkan pada setiap rakaat, ketika umat islam melakukan shalat. Manusia, selain sebagai makhluk pribadi, juga sebagai makhluk sosial. Dalam kehidupannya, manusia memerlukan berbagai kegiatan dan hubungan atau komunikasi. Komunikasi dengan Allah disebut Habluminallah, sepergi shalat, membayar zakat, dan ibadah lainnya. Hubungan manusia dengan manusia disebut habluminannas, seperti silaturahmi, jual beli, transaksi dagang dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Kegiatan-kegiatan seperti itu disebut muamalah.

Dalam Al-Quran banyak diterangkan tentang cara bermuamalah, antara lain Surah Al-Baqarah ayat 282.

Artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu melakukan hutang-piutang untuk waktu yang ditentukan hendaknya kamu menuliskannya, dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar (Q.S Surat Al-Baqarah ayat 282)"

Berdasarkan ayat diatas, dapat dipahami bahwa kegitan ibadah akan menuntun manusia bertaqwa. Terutama, jika kita memahami fungsi ibadah, seperti shalat. Shalat berfungsi untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar. Selain ikhlas melaksanakan semua perintah Allah, orang yang bertaqwa juga harus rela menjauhkan diri hal-hal yang dilarangnya. 

C. Akhlaq

Akhlaq, yang dalam bahasa indonesia dikenal sebagai istilah etika atau moral, merupakan salah satu kandungan Al-Quran yang sangat mendasar, urgensi ajaran akhlak, antara lain dapat dipahami dari pernyataan Nabi Muhammad saw berikut ini:

Artinya
"Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus Allah untuk membangun akhlak mulia. (H.R. Ahmad dan Bukhari)"

Mengingat diantara tujuan utama dari keRasulan Muhammad saw. adalah untuk menyempurnakan akhlak, tepatlah jika didalam Al Quran kita jumpai sejumlah ayat yang mengatur masalah akhlak. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sumber akhlak yang paling utama dalam islam adalah Al-Quran. Aisyah Ra ketika ditanya salah seorang sahabat tentang akhlak Rasulullah saw. dengan tegas ia menjawab bahwa (Sumber) akhlak Rasulullah saw. adalah Al-Quran.

Akhlak, disamping memiliki kedudukan penting bagi kehidupan manusia juga menjadi barometer bagi kesuksesan seseorang dalam melaksanakan tugasnya. Nabi Muhammad saw. berhasil melakukan tugasnya menyampaikan risalah islamiyah, antara lain disebabkan memiliki komitmen yang tinggi dalam akhlak. Ketinggian akhlak beliau itu dinyatakan Allah dalam Al-Quran sebagai berikut

artinya:
"Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur (Q.S Surat Al-Qalam ayat 4)"

Dalam ayat lain Allah swt menyatakan bahwa Nabi Muhammad saw adalah manusia yang pantas jadi teladan (Uswah Hasanah)

Artinya
"Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (Rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang baik mengingat Allah (Q.S Al-Ahsab ayat 21)"

D. Hukum

Telah ada kesepakatan dikalangan umat Islam  bahwa suber hukum yang pertama dalam islam adalah Al-Quran. Al-Quran memuat sejumlah ketentuan hukum dan sekaligus juga menyinggung kaidah-kaidah umum pembentukannya. Tujuannya adalah terwujudnya tata kehidupan yang aman, damai, sejahtera, bahagia, adil dan makmur serta selamat di dunia dan akhirat.

Secara garis besar, Al-Quran mengatur beberapa ketentuan tentang hukum perkawinan, hukum waris, hukum perjanjian, hukum perdata dan pidana, prinsip disiplin dan musyawarah, hukum-hukum perang, serta hukum hubungan antar bangsa (International). Dibawa ini beberapa ayat yang berkenaan dengan hukum-hukum tertentu:

  1. Hukum perkawinan disebutkan dalam alquran, antara lain Surah Al-Baqarah ayat 221; Al-Maidah ayat 5; An-Nisa ayat 22 23 24; An-Nur ayat 2; Al-Mumtahana ayat 10-11
  2. Hukum waris disebutkan dalam Al-Quran, antara lain Surah An-nisa ayat 7-12 dan 176; Al-Baqarah ayat 180; Al-Maidah ayat 106.
  3. Hukum perjanjian disebutkan dalam Al-Quran, antara lain Surah Al-Baqarah ayat 279,280, dan 282; Al-An-Fal ayat 56 dan 58; At-Taubah ayat 4.
  4. Hukum pidana disebutkan dalam Al-Quran, antara lain Surah Al-Baqarah ayat 178; An-Nisa ayat 92-93; Al-maidah ayat 38; Yunus ayat 27; Al-Isra ayat 33; Asy-Syuarah ayat 40.
  5. Prinsip musyawarah disebutkan dalam Al-Quran antara lain Surah Al-Imaran ayat 159 dan Asy-Syurah ayat 38.
  6. Hukum perang disebutkan dalam Al-Quran, antara lain Surah Al-baqarah ayat 190-193; Al-Anfal ayat 39 dan 41, At-Taubah ayat 5, 29, 123; Al-Hajj ayat 39 dan 40. 
  7. Hukum antara bangsa disebutkan dalam Al-Quran, antara lain Surah Hujurat ayat 13.
Beberapa contoh ayat Al-Quran yang mengatur tentang ketentuan hukum-hukum tersebut antara lain sebagai berikut

Artinya
"Sungguh, kami telah menurunkan kitab (Al-Quran) kepadamu (Muhammad) membawa kebenaran, agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, Dan janganlah engkau menjadi penentang orang yang tidak bersalah karena membela orang yang khianat. (Q.S An-Nisa ayat 105)"

Artinya
"Wahai orang-orang yang beriman! sesungguhnya minuman keras, berjudi, berkurban untuk berhala dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syetan maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu beruntung. (Q.S Al-Maidah ayat 90)"

E. Kisah-Kisah Ummat Terdahulu

Kisah merupakan kandungan lain dalam alquran. Al-Quran menaruh perhatian terhadapat kisah yang ada didalamnya. Bahkan, di dalamnya terdapat satu surah yang dinamakan surat Al-Qasas. Bukti yang lain, hampir semua surah dalam alquran memuat tentang kisah.

Kisah-kisah para Nabi dan Ummat terdahulu yang diterangkan dalam alquran, antara lain sebagai berikut:

Artinya
"Telah kami binasakan kaum Nuh ketika mereka mendustakan para Rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan kami telah sediakan bagi orang-orang dzalim azab yang pedih dan telah kami binasakan kaum 'ad dan samud dan penduduk rass dan banyak (lagi) generasi diantara (kaum-kaum) itu. Dan masing-masing telah kami jadikan perumpamaan dan masing-masing telah kami hancurkan sehancur-hancurnya (Q.S Al-Furqan ayat 37-39)"

Dari ayat-ayat diatas, dapat dipahami bahwa kita diperintahkan mengambil pelajaran dari kisah-kisah orang terdahulu. Kaum Nuh ditenggelamkan Allah swt karna menentang dan tidak mau percaya dengan ajaran yang dibawa Nabi Nuh as. Kaum Samud dan Kaum 'Ad serta kaum rass dibinasakan juga karena menentang pada ajaran nabinya. Sejak dahulu orang dzalim tidak akan menemui kejayaan, bahkan diancam siksa yang sangat pedih.

F. Isyarat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi

Dalam alquran banyak ditemukan dorongan untuk mengetahui ilmu pengetahuan dan teknologi demi kesejahteraan ummat manusia. Bahkan, ayat alquran yang pertama turun pun, mengisyaratkan  pentingnya strategi memperoleh ilmu pengetahuan dan teknologi dengan cara membaca alam ciptaan Tuhan. Dorongan untuk menguasai iptek antara lain disebutkan ayat-ayat sebagai berikut.

Artinya
"Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu sama dengan orang yang buta? Hanya orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. (Q.S Ar-Rad ayat 19)"

Artinya 
"katakanlah "apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang tidak mengetahui? sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran. (Q.S Az-zumar ayat 9)"

Alquran banyak mengimbau manusia untuk menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain kedua ayat diatas masih banyak lagi dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi yang diisyaratkan alquran, seperti dalam kedokteran, farmasi, pertanian, astronomi yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan ummat islam.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 Isi Pokok Kandungan Al-Quran"

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan santun dan sesuai tata krama kebijakan Google